KoasKitMasukCoba gratis 7 hari

Revised Cardiac Risk Index (RCRI / Lee Index)

RCRI (Revised Cardiac Risk Index, juga disebut Lee Index) menilai risiko komplikasi jantung mayor pada pasien berusia 50 tahun atau lebih yang menjalani bedah nonjantung mayor elektif. Skor 0 sampai 6 dibagi menjadi kelas I (0 faktor), II (1 faktor), III (2 faktor), dan IV (3 faktor atau lebih), dan risiko komplikasi mayor naik dari 0,4 sampai 0,5% pada kelas I menjadi 9,1 sampai 11,0% pada kelas IV.

Termasuk riwayat infark miokard, uji latih positif, nyeri dada iskemik saat ini, pemakaian nitrat, atau gelombang Q patologis pada EKG (elektrokardiogram). Riwayat revaskularisasi saja tidak dihitung.

Termasuk riwayat gagal jantung, edema paru, atau dispnea nokturnal paroksismal, serta temuan ronki basah bilateral, bunyi jantung S3, atau redistribusi vaskular paru pada foto toraks.

Kriteria penilaian

KriteriaPoin
Bedah risiko tinggi (intraperitoneal, intratoraks, atau vaskular suprainguinal)1
Penyakit jantung iskemik (riwayat infark miokard, uji latih positif, nyeri dada iskemik saat ini, pemakaian nitrat, atau gelombang Q patologis pada EKG)1
Riwayat gagal jantung kongestif, edema paru, atau dispnea nokturnal paroksismal, atau temuan ronki basah bilateral, bunyi jantung S3, atau redistribusi vaskular paru pada foto toraks1
Riwayat penyakit serebrovaskular (TIA, Transient Ischemic Attack, atau stroke)1
Terapi insulin untuk diabetes melitus1
Kreatinin serum praoperasi lebih dari 2,0 mg/dL (lebih dari 176,8 µmol/L)1
Skor total0 sampai 6

Keterangan

  • RCRI (Revised Cardiac Risk Index): skor enam faktor risiko untuk memperkirakan risiko komplikasi jantung mayor pada bedah nonjantung. Nilainya berkisar dari 0 sampai 6.
  • Lee Index: nama lain RCRI, diambil dari penulis pertama makalah yang mengembangkannya.
  • Total score (skor total): jumlah faktor risiko yang ada, dan setiap faktor bernilai 1 poin. Nilainya berkisar dari 0 sampai 6.
  • Class I to IV (kelas I sampai IV): kelompok risiko menurut skor total, yaitu kelas I untuk 0 faktor, kelas II untuk 1 faktor, kelas III untuk 2 faktor, dan kelas IV untuk 3 faktor atau lebih. Nilainya berkisar dari kelas I sampai kelas IV.
  • High-risk surgery (bedah risiko tinggi): operasi intraperitoneal, intratoraks, atau vaskular suprainguinal. Nilainya 1 poin bila ada dan 0 poin bila tidak.
  • Ischemic heart disease (penyakit jantung iskemik): riwayat infark miokard, uji latih positif, nyeri dada iskemik saat ini, pemakaian nitrat, atau gelombang Q patologis pada EKG. Nilainya 1 poin bila ada dan 0 poin bila tidak.
  • History of congestive heart failure (riwayat gagal jantung kongestif): riwayat gagal jantung, edema paru, atau dispnea nokturnal paroksismal, atau temuan ronki basah bilateral, bunyi jantung S3, atau redistribusi vaskular paru pada foto toraks. Nilainya 1 poin bila ada dan 0 poin bila tidak.
  • History of cerebrovascular disease (riwayat penyakit serebrovaskular): TIA (Transient Ischemic Attack, serangan iskemik sementara) atau stroke. Nilainya 1 poin bila ada dan 0 poin bila tidak.
  • Insulin therapy for diabetes mellitus (terapi insulin untuk diabetes melitus): pasien diabetes yang memakai insulin. Nilainya 1 poin bila ya dan 0 poin bila tidak.
  • Preoperative serum creatinine (kreatinin serum praoperasi): kadar kreatinin dalam darah sebelum operasi. Nilainya dalam satuan mg/dL atau µmol/L, dan bernilai 1 poin bila lebih dari 2,0 mg/dL (lebih dari 176,8 µmol/L).

Cara membaca skor

  • Kelas I (0 faktor) berarti risiko komplikasi jantung mayor sekitar 0,5% pada kohort derivasi dan 0,4% pada kohort validasi.
  • Kelas II (1 faktor) berarti risiko komplikasi jantung mayor sekitar 1,3% pada kohort derivasi dan 0,9% pada kohort validasi.
  • Kelas III (2 faktor) berarti risiko komplikasi jantung mayor sekitar 3,6% pada kohort derivasi dan 6,6% pada kohort validasi.
  • Kelas IV (3 faktor atau lebih) berarti risiko komplikasi jantung mayor sekitar 9,1% pada kohort derivasi dan 11,0% pada kohort validasi.

RCRI dikembangkan pada pasien berusia 50 tahun atau lebih yang menjalani bedah nonjantung mayor elektif, dan tidak terikat pada satu penyakit tertentu. Penyakit terkait hanya menyumbang poin pada skor, dan RCRI tidak mendiagnosisnya.

Contoh perhitungan

Sebagai contoh, seorang laki-laki berusia 68 tahun akan menjalani kolektomi terbuka. Ia pernah mengalami infark miokard dan memakai insulin untuk diabetes, sedangkan kreatinin serumnya 1,1 mg/dL. Skornya 3, sehingga ia termasuk kelas IV, dengan risiko komplikasi jantung mayor sekitar 9,1% pada kohort derivasi dan 11,0% pada kohort validasi.

Sumber

Lee TH, Marcantonio ER, Mangione CM, dkk. “Derivation and prospective validation of a simple index for prediction of cardiac risk of major noncardiac surgery.” Circulation. 1999;100(10):1043-1049. DOI 10.1161/01.CIR.100.10.1043, PMID 10477528.