KoasKitMasukCoba gratis 7 hari

HEART Score (History, ECG, Age, Risk factors, Troponin)

HEART Score (History, ECG, Age, Risk factors, Troponin) menilai risiko infark miokard, revaskularisasi, atau kematian pada pasien nyeri dada di instalasi gawat darurat (IGD) dari anamnesis, elektrokardiogram (EKG), usia, faktor risiko, dan troponin. Skor total 0 sampai 10, dengan 0 sampai 3 berarti risiko rendah, 4 sampai 6 sedang, dan 7 sampai 10 tinggi.

Kriteria penilaian

KomponenPoin
Anamnesis sedikit mencurigakan0
Anamnesis cukup mencurigakan1
Anamnesis sangat mencurigakan2
EKG normal0
EKG dengan gangguan repolarisasi nonspesifik1
EKG dengan deviasi segmen ST bermakna2
Usia kurang dari 45 tahun0
Usia 45 tahun sampai kurang dari 65 tahun1
Usia 65 tahun atau lebih2
Tidak ada faktor risiko0
1 atau 2 faktor risiko (diabetes yang diobati, perokok aktif atau berhenti merokok kurang dari sebulan, hipertensi, hiperkolesterolemia, riwayat keluarga penyakit jantung koroner, obesitas)1
3 faktor risiko atau lebih, atau riwayat penyakit aterosklerosis (infark miokard, revaskularisasi koroner, stroke, atau penyakit arteri perifer)2
Troponin pada atau di bawah batas normal0
Troponin 1 sampai 2 kali batas normal1
Troponin lebih dari 2 kali batas normal2

Keterangan

  • HEART Score (History, ECG, Age, Risk factors, Troponin): skor untuk menilai risiko infark miokard, revaskularisasi, atau kematian pada pasien nyeri dada. Nama HEART dibentuk dari huruf awal lima komponennya.
  • H (History): anamnesis nyeri dada. Nilainya berkisar dari 0 sampai 2 poin, dari sedikit sampai sangat mencurigakan.
  • E (ECG): hasil elektrokardiogram (EKG). Nilainya berkisar dari 0 sampai 2 poin, dari normal sampai deviasi segmen ST bermakna.
  • A (Age): usia pasien. Kurang dari 45 tahun bernilai 0 poin, 45 tahun sampai kurang dari 65 tahun bernilai 1 poin, dan 65 tahun atau lebih bernilai 2 poin.
  • R (Risk factors): faktor risiko. Tanpa faktor risiko bernilai 0 poin, 1 atau 2 faktor risiko bernilai 1 poin, dan 3 faktor risiko atau lebih, atau riwayat penyakit aterosklerosis, bernilai 2 poin.
  • T (Troponin): kadar troponin dibandingkan batas normal uji setempat. Nilainya berkisar dari 0 sampai 2 poin, dari pada atau di bawah batas normal sampai lebih dari 2 kali batas normal.
  • Deviasi segmen ST (ST-segment deviation): segmen ST pada EKG yang naik atau turun dari garis dasar.
  • Revaskularisasi koroner: tindakan memulihkan aliran darah arteri koroner, yaitu Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG).
  • Skor total: jumlah poin kelima komponen. Nilainya berkisar dari 0 sampai 10.

Cara membaca skor

  • Skor 0 sampai 3 berarti risiko rendah. Pada kohort asli, 2,5% pasien mengalami infark miokard, revaskularisasi, atau kematian.
  • Skor 4 sampai 6 berarti risiko sedang. Pada kohort asli, 20,3% pasien mengalami infark miokard, revaskularisasi, atau kematian.
  • Skor 7 sampai 10 berarti risiko tinggi. Pada kohort asli, 72,7% pasien mengalami infark miokard, revaskularisasi, atau kematian.

Contoh perhitungan

Sebagai contoh, pasien berusia 58 tahun datang dengan nyeri dada yang anamnesisnya cukup mencurigakan dan EKG dengan gangguan repolarisasi nonspesifik. Ia menderita diabetes dan hipertensi, sedangkan troponinnya masih di bawah batas normal. Skor totalnya 4, sehingga risikonya sedang.

Sumber

Six AJ, Backus BE, Kelder JC. “Chest pain in the emergency room: value of the HEART score.” Neth Heart J. 2008;16(6):191-196. DOI 10.1007/BF03086144, PMID 18665203, PMCID PMC2442661.