TIMI Risk Score for UA/NSTEMI (Thrombolysis in Myocardial Infarction; Unstable Angina / Non-ST-Elevation Myocardial Infarction)
TIMI Risk Score (Thrombolysis in Myocardial Infarction) for UA/NSTEMI menilai risiko kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera dalam 14 hari pada pasien UA (Unstable Angina, angina tidak stabil) atau NSTEMI (Non-ST-Elevation Myocardial Infarction, infark miokard tanpa elevasi segmen ST). Skor 0 sampai 7, dan pada kohort uji risikonya naik dari 4,7% pada skor 0 sampai 1 menjadi 40,9% pada skor 6 sampai 7.
Kriteria penilaian
| Kriteria | Poin |
|---|---|
| Usia 65 tahun atau lebih | 1 |
| 3 faktor risiko CAD (Coronary Artery Disease, penyakit jantung koroner) atau lebih (riwayat keluarga, hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes, atau perokok aktif) | 1 |
| Stenosis koroner 50% atau lebih pada kateterisasi sebelumnya | 1 |
| Pemakaian aspirin dalam 7 hari terakhir | 1 |
| Angina berat, yaitu 2 episode angina atau lebih dalam 24 jam terakhir | 1 |
| Deviasi segmen ST 0,5 mm atau lebih pada EKG awal | 1 |
| Penanda jantung serum meningkat (CK-MB atau Creatine Kinase-MB, troponin, atau keduanya) | 1 |
| Skor total | 0 sampai 7 |
Keterangan
- TIMI Risk Score (Thrombolysis in Myocardial Infarction Risk Score): skor tujuh faktor risiko untuk memperkirakan risiko kejadian jantung dalam 14 hari pada pasien UA atau NSTEMI. Nilainya berkisar dari 0 sampai 7.
- UA (Unstable Angina): angina tidak stabil, yaitu nyeri dada iskemik tanpa kenaikan penanda kerusakan otot jantung yang bermakna.
- NSTEMI (Non-ST-Elevation Myocardial Infarction): infark miokard tanpa elevasi segmen ST pada EKG.
- Total score (skor total): jumlah faktor risiko yang ada, dan setiap faktor bernilai 1 poin. Nilainya berkisar dari 0 sampai 7.
- Age 65 years or older (usia 65 tahun atau lebih): usia pasien dalam satuan tahun. Nilainya 1 poin bila 65 tahun atau lebih.
- CAD risk factors (faktor risiko CAD, Coronary Artery Disease): riwayat keluarga, hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes, dan perokok aktif. Nilainya 1 poin bila ada 3 faktor atau lebih.
- Known coronary stenosis of 50% or more (stenosis koroner 50% atau lebih yang sudah diketahui): penyempitan arteri koroner 50% atau lebih pada pemeriksaan sebelumnya. Nilainya 1 poin bila ada.
- Aspirin use in the prior 7 days (pemakaian aspirin dalam 7 hari terakhir): nilainya 1 poin bila pasien memakai aspirin dalam 7 hari sebelum datang.
- Severe angina (angina berat): 2 episode angina atau lebih dalam 24 jam terakhir. Nilainya 1 poin bila ada.
- ST-segment deviation (deviasi segmen ST): penyimpangan segmen ST dari garis dasar pada EKG awal. Nilainya dalam satuan mm, dan bernilai 1 poin bila 0,5 mm atau lebih.
- Elevated cardiac markers (penanda jantung meningkat): kadar CK-MB (Creatine Kinase-MB), troponin, atau keduanya yang meningkat. Nilainya 1 poin bila ada.
- 14-day risk (risiko 14 hari): peluang kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera dalam 14 hari. Nilainya berkisar dari 4,7% sampai 40,9% pada kohort uji TIMI 11B.
Cara membaca skor
- Skor 0 sampai 1 berarti risiko sekitar 4,7% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
- Skor 0 sampai 1 berarti risiko sekitar 4,7% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
- Skor 2 berarti risiko sekitar 8,3% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
- Skor 3 berarti risiko sekitar 13,2% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
- Skor 4 berarti risiko sekitar 19,9% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
- Skor 5 berarti risiko sekitar 26,2% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
- Skor 6 sampai 7 berarti risiko sekitar 40,9% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
- Skor 6 sampai 7 berarti risiko sekitar 40,9% dalam 14 hari untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang yang memerlukan revaskularisasi segera. Angka ini berasal dari kelompok heparin tak terfraksinasi pada kohort uji TIMI 11B.
Contoh perhitungan
Sebagai contoh, seorang laki-laki berusia 70 tahun dengan hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok datang dengan nyeri dada. Ia memakai aspirin setiap hari, EKG awalnya menunjukkan depresi segmen ST 1 mm, dan troponinnya meningkat. Skornya 5, yang pada kohort uji TIMI 11B setara dengan risiko 26,2% untuk kematian, infark miokard, atau iskemia berat berulang dalam 14 hari.
Sumber
Antman EM, Cohen M, Bernink PJ, McCabe CH, Horacek T, Papuchis G, Mautner B, Corbalan R, Radley D, Braunwald E. “The TIMI Risk Score for Unstable Angina/Non-ST Elevation MI: A Method for Prognostication and Therapeutic Decision Making.” JAMA. 2000;284(7):835-842. DOI 10.1001/jama.284.7.835, PMID 10938172.