KoasKitMasukCoba gratis 7 hari

Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index 2000 (SLEDAI-2K)

Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index 2000 (SLEDAI-2K) menilai aktivitas lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus, SLE) dari 24 deskriptor klinis dan laboratorium yang ada saat kunjungan atau dalam 10 hari sebelumnya, masing-masing berbobot 1, 2, 4, atau 8 poin. Skor total berkisar dari 0 sampai 105, dan makin tinggi skornya, makin aktif penyakitnya.

Kejang yang baru terjadi, setelah penyebab metabolik, infeksi, dan obat disingkirkan.

Gangguan berat dalam menilai kenyataan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya halusinasi, bicara tidak koheren, atau perilaku aneh, kacau, atau katatonik. Singkirkan uremia dan penyebab obat.

Perubahan fungsi mental yang muncul cepat dan berfluktuasi, dengan orientasi, daya ingat, atau fungsi intelektual yang terganggu serta ketidakmampuan mempertahankan perhatian, ditambah sedikitnya dua dari gangguan persepsi, bicara tidak koheren, insomnia atau mengantuk di siang hari, dan aktivitas psikomotor yang meningkat atau menurun. Singkirkan penyebab metabolik, infeksi, dan obat.

Badan sitoid, perdarahan retina, eksudat serosa atau perdarahan di koroid, atau neuritis optik. Singkirkan hipertensi, infeksi, dan penyebab obat.

Neuropati sensorik atau motorik baru yang mengenai saraf kranial.

Sakit kepala hebat dan menetap yang dapat menyerupai migrain, tetapi tidak membaik dengan analgesik narkotik.

Kejadian serebrovaskular yang baru terjadi. Singkirkan aterosklerosis.

Ulserasi, gangren, nodul jari yang nyeri tekan, infark periungual, atau perdarahan splinter, atau vaskulitis yang terbukti lewat biopsi atau angiogram.

Nyeri disertai tanda radang (nyeri tekan, bengkak, atau efusi) pada dua sendi atau lebih.

Nyeri atau kelemahan otot proksimal disertai kenaikan creatine kinase atau aldolase, perubahan pada elektromiografi, atau biopsi yang menunjukkan miositis.

Silinder heme-granular atau silinder sel darah merah.

Lebih dari 5 sel darah merah per lapang pandang besar. Singkirkan batu, infeksi, dan penyebab lain.

Lebih dari 0,5 gram per 24 jam, baik baru, kambuh, maupun menetap.

Lebih dari 5 sel darah putih per lapang pandang besar. Singkirkan infeksi.

Ruam tipe inflamasi, baik baru maupun menetap.

Kerontokan rambut abnormal, setempat maupun menyebar, baik baru maupun menetap.

Ulserasi di mulut atau hidung, baik baru maupun menetap.

Nyeri dada pleuritik disertai gesekan pleura, efusi, atau penebalan pleura.

Nyeri perikardial disertai sedikitnya satu dari gesekan perikardial, efusi, atau konfirmasi pada EKG atau ekokardiografi.

CH50 (Complement Hemolytic 50%), C3 (complement component 3), atau C4 (complement component 4) di bawah batas bawah normal laboratorium yang memeriksa.

Ikatan DNA pada uji Farr di atas rentang normal laboratorium yang memeriksa.

Suhu tubuh lebih dari 38 °C. Singkirkan penyebab infeksi.

Trombosit kurang dari 100.000 per mm³ (100 × 10⁹/L). Singkirkan penyebab obat.

Leukosit kurang dari 3.000 per mm³ (3,0 × 10⁹/L). Singkirkan penyebab obat.

Kriteria penilaian

DeskriptorBobot (poin)
Kejang yang baru terjadi (penyebab metabolik, infeksi, dan obat disingkirkan)8
Psikosis (uremia dan penyebab obat disingkirkan)8
Sindrom otak organik (penyebab metabolik, infeksi, dan obat disingkirkan)8
Gangguan penglihatan akibat perubahan retina SLE atau neuritis optik8
Neuropati sensorik atau motorik baru pada saraf kranial8
Sakit kepala hebat dan menetap yang tidak membaik dengan analgesik narkotik8
Stroke baru (aterosklerosis disingkirkan)8
Vaskulitis (ulserasi, gangren, nodul jari nyeri, infark periungual, atau terbukti biopsi atau angiogram)8
Artritis pada dua sendi atau lebih4
Miositis4
Silinder heme-granular atau sel darah merah di urin4
Hematuria (lebih dari 5 sel darah merah per lapang pandang besar)4
Proteinuria (lebih dari 0,5 gram per 24 jam)4
Piuria (lebih dari 5 sel darah putih per lapang pandang besar)4
Ruam tipe inflamasi2
Kerontokan rambut abnormal, setempat maupun menyebar2
Ulserasi di mulut atau hidung2
Nyeri dada pleuritik dengan gesekan pleura, efusi, atau penebalan pleura2
Nyeri perikardial dengan gesekan, efusi, atau konfirmasi EKG atau ekokardiografi2
Complement Hemolytic 50% (CH50), complement component 3 (C3), atau complement component 4 (C4) di bawah batas bawah normal laboratorium2
Ikatan DNA pada uji Farr di atas rentang normal laboratorium2
Demam lebih dari 38 °C (penyebab infeksi disingkirkan)1
Trombosit kurang dari 100.000 per mm³ (penyebab obat disingkirkan)1
Leukosit kurang dari 3.000 per mm³ (penyebab obat disingkirkan)1
Skor total0 sampai 105

Keterangan

  • SLEDAI-2K (Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index 2000): indeks aktivitas lupus yang menjumlahkan bobot deskriptor yang aktif. Nilainya berkisar dari 0 sampai 105.
  • SLE (Systemic Lupus Erythematosus): lupus eritematosus sistemik, penyakit autoimun yang dapat mengenai banyak organ.
  • Deskriptor (Descriptor): satu gejala, tanda, atau hasil laboratorium yang dinilai. Indeks ini memuat 24 deskriptor dan tiap deskriptor dihitung bila ada saat kunjungan atau dalam 10 hari sebelumnya.
  • Bobot (Weight): poin tetap tiap deskriptor. Nilainya berkisar dari 1 sampai 8, yaitu 1, 2, 4, atau 8.
  • CH50 (Complement Hemolytic 50%): uji aktivitas komplemen total, dalam satuan yang dipakai laboratorium yang memeriksa.
  • C3 dan C4 (Complement component 3 dan 4): protein sistem komplemen, dalam satuan yang dipakai laboratorium yang memeriksa, biasanya mg/dL.
  • Ikatan DNA pada uji Farr (DNA binding, Farr assay): uji yang mengukur antibodi terhadap DNA. Satuannya mengikuti laboratorium yang memeriksa.

Cara membaca skor

  • Skor 0 berarti tidak ada deskriptor yang aktif saat kunjungan atau dalam 10 hari sebelumnya.
  • Skor 1 sampai 5 termasuk rentang aktivitas ringan.
  • Skor 6 sampai 10 termasuk rentang aktivitas sedang. Satu deskriptor berbobot 8, seperti kejang atau psikosis, sudah cukup untuk mencapai rentang ini.
  • Skor 11 sampai 19 termasuk rentang aktivitas tinggi.
  • Skor 20 atau lebih termasuk rentang aktivitas sangat tinggi.

Hitung deskriptor yang ada saat kunjungan atau dalam 10 hari sebelumnya. Ruam, alopesia, ulkus mukosa, dan proteinuria juga dihitung bila menetap, tidak hanya bila baru atau kambuh.

Skor ini mengukur aktivitas penyakit, bukan kerusakan organ. Bobot tiap deskriptor tetap, sehingga trombositopenia ringan dan berat sama-sama bernilai 1 poin, dan indeks ini tidak mencakup manifestasi seperti anemia hemolitik, pneumonitis, dan penyakit saluran cerna. Kelima rentang aktivitas ini dipakai di sebagian literatur, tetapi tidak ditetapkan oleh makalah SLEDAI-2K.

Contoh perhitungan

Sebagai contoh, seorang perempuan berusia 24 tahun dengan SLE datang dengan nyeri dan bengkak pada kedua lutut dan pergelangan tangan, ruam baru di pipi, proteinuria 0,8 gram per 24 jam, komplemen rendah, dan peningkatan ikatan DNA. Skornya 14, sehingga aktivitas penyakit berada pada kategori tinggi.

Sumber

Gladman DD, Ibanez D, Urowitz MB. “Systemic lupus erythematosus disease activity index 2000.” J Rheumatol. 2002;29(2):288-291. PMID 11838846. Jendela 30 hari: Touma Z, Urowitz MB, Gladman DD. “SLEDAI-2K for a 30-day window.” Lupus. 2010;19(1):49-51. DOI 10.1177/0961203309346505, PMID 19910390. Sumber terbuka untuk penelusuran: Suszek D, Dubaj M, Bigosiński K, dkk. “Usefulness in daily practice of the Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index 2000 scale and the Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Score index for assessing the activity of systemic lupus erythematosus.” Reumatologia. 2024;62(3):187-195. DOI 10.5114/reum.2024.141291, PMID 39055730, PMC11267658 (CC BY-NC-SA 4.0).