2019 EULAR/ACR SLE Classification Criteria
2019 European Alliance of Associations for Rheumatology/American College of Rheumatology (EULAR/ACR) Classification Criteria mengklasifikasikan pasien sebagai systemic lupus erythematosus (SLE) untuk keperluan penelitian dan pemilihan kohort, dimulai dari antinuclear antibody (ANA) positif lalu menjumlahkan poin dari sepuluh domain. Kriteria ini bukan alat diagnosis, dan pasien dapat menderita lupus tanpa memenuhinya.
Kriteria penilaian
| Kriteria | Poin |
|---|---|
| ANA (antinuclear antibody) positif (titer 1:80 atau lebih pada sel human epithelial type 2 atau HEp-2, atau uji setara), sedikitnya satu kali | Syarat masuk |
| Demam lebih dari 38,3 °C (domain konstitusional) | 2 |
| Leukopenia, leukosit kurang dari 4.000/mm³ (domain hematologi) | 3 |
| Trombositopenia, trombosit kurang dari 100.000/mm³ (domain hematologi) | 4 |
| Hemolisis autoimun dengan tes Coombs positif (domain hematologi) | 4 |
| Delirium (domain neuropsikiatri) | 2 |
| Psikosis (domain neuropsikiatri) | 3 |
| Kejang (domain neuropsikiatri) | 5 |
| Alopesia tanpa jaringan parut (domain mukokutan) | 2 |
| Ulkus mulut (domain mukokutan) | 2 |
| Lupus kutaneus subakut atau lupus diskoid (domain mukokutan) | 4 |
| Lupus kutaneus akut (domain mukokutan) | 6 |
| Efusi pleura atau perikard (domain serosa) | 5 |
| Perikarditis akut (domain serosa) | 6 |
| Keterlibatan sendi (domain muskuloskeletal) | 6 |
| Proteinuria lebih dari 0,5 g/24 jam (domain ginjal) | 4 |
| Nefritis lupus kelas II atau V pada biopsi ginjal (domain ginjal) | 8 |
| Nefritis lupus kelas III atau IV pada biopsi ginjal (domain ginjal) | 10 |
| Antibodi antifosfolipid (domain imunologi) | 2 |
| Complement component 3 (C3) atau 4 (C4) rendah (domain komplemen) | 3 |
| C3 dan C4 rendah (domain komplemen) | 4 |
| Anti-dsDNA (anti-double-stranded DNA) atau anti-Smith (anti-Sm) (domain antibodi spesifik SLE) | 6 |
| Skor total | 0 sampai 51 |
| Batas klasifikasi, disertai sedikitnya satu kriteria klinis | 10 atau lebih |
Keterangan
- SLE (Systemic Lupus Erythematosus): lupus eritematosus sistemik, penyakit autoimun yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, darah, dan organ lain.
- EULAR (European Alliance of Associations for Rheumatology) dan ACR (American College of Rheumatology): dua organisasi reumatologi yang menyusun kriteria ini pada 2019.
- ANA (Antinuclear Antibody): antibodi terhadap inti sel. Nilainya dilaporkan sebagai titer, dan syarat masuk adalah titer 1:80 atau lebih sedikitnya satu kali.
- HEp-2 (Human Epithelial type 2): sel epitel manusia yang dipakai sebagai substrat pada uji imunofluoresensi ANA.
- Anti-dsDNA (anti-double-stranded DNA) dan anti-Smith (anti-Sm): antibodi yang sangat khas untuk SLE. Anti-dsDNA dihitung hanya bila ujinya terbukti memiliki spesifisitas 90% atau lebih.
- Anti-β2GP1 (anti-β2 glycoprotein I): antibodi antifosfolipid yang diperiksa bersama antikardiolipin dan lupus antikoagulan.
- C3 dan C4 (Complement component 3 dan 4): protein sistem komplemen yang turun bila terpakai pada penyakit imun. Satuannya mengikuti laboratorium yang memeriksa, dan poin diberikan bila nilainya di bawah batas bawah normal.
- LDH (Lactate Dehydrogenase): enzim yang meningkat bila ada hemolisis atau kerusakan sel, dalam satuan U/L. Nilainya dipakai sebagai salah satu tanda hemolisis.
- ISN/RPS (International Society of Nephrology/Renal Pathology Society): perhimpunan yang menetapkan klasifikasi nefritis lupus pada biopsi ginjal, yaitu kelas I sampai VI.
- Skor total (Total score): jumlah poin dari sepuluh domain, dengan hanya satu item bernilai tertinggi yang dihitung dalam tiap domain. Nilainya berkisar dari 0 sampai 51, dan klasifikasi memerlukan skor 10 atau lebih disertai sedikitnya satu kriteria klinis.
Cara membaca skor
- Pasien memenuhi kriteria klasifikasi SLE 2019, karena ANA positif, ada sedikitnya satu kriteria klinis, dan skor total mencapai 10 atau lebih.
- Pasien belum memenuhi kriteria klasifikasi SLE 2019, karena skor total masih kurang dari 10 atau belum ada kriteria klinis. Hal ini tidak menyingkirkan lupus.
- Skor total sudah mencapai 10, tetapi seluruh poinnya berasal dari domain imunologi. Klasifikasi memerlukan sedikitnya satu kriteria klinis.
- Kriteria ini tidak dapat dipakai karena ANA belum pernah terbukti positif. Pasien tidak diklasifikasikan sebagai SLE menurut kriteria ini, walaupun skor total tetap dihitung.
Hitung sebuah item hanya bila SLE adalah penjelasan yang paling mungkin. Satu kali temuan sudah cukup dan temuan tidak perlu muncul bersamaan. Dalam satu domain hanya item dengan poin tertinggi yang dihitung.
Kriteria ini dibuat untuk mengklasifikasikan pasien pada penelitian dan pemilihan kohort, bukan untuk menegakkan diagnosis. Pasien dapat menderita lupus tanpa memenuhi kriteria ini, dan skor ini tidak menggantikan penilaian klinis.
Contoh perhitungan
Sebagai contoh, seorang perempuan berusia 28 tahun dengan ANA positif datang dengan ruam malar, ulkus mulut, sinovitis pada kedua pergelangan tangan, dan kadar C3 di bawah batas normal. Pada domain mukokutan hanya ruam malar yang dihitung (6 poin), karena ulkus mulut bernilai lebih rendah. Ditambah 6 poin untuk keterlibatan sendi dan 3 poin untuk C3 rendah, skornya 15, sehingga pasien memenuhi kriteria klasifikasi SLE 2019.
Sumber
Aringer M, Costenbader K, Daikh D, dkk. “2019 European League Against Rheumatism/American College of Rheumatology Classification Criteria for Systemic Lupus Erythematosus.” Ann Rheum Dis. 2019;78(9):1151-1159. DOI 10.1136/annrheumdis-2018-214819, PMID 31383717. Dipublikasikan bersama di Arthritis Rheumatol. 2019;71(9):1400-1412. DOI 10.1002/art.40930, PMID 31385462.