KoasKitMasukCoba gratis 7 hari

PERC Rule (Pulmonary Embolism Rule-out Criteria)

Aturan Pulmonary Embolism Rule-out Criteria (PERC) dipakai pada pasien yang dicurigai emboli paru (pulmonary embolism, PE) dengan probabilitas pretest rendah menurut gestalt klinis, yaitu kurang dari 15%. Bila kedelapan kriteria negatif, PE dapat disingkirkan secara wajar tanpa D-dimer atau pencitraan lanjutan.

Kriteria penilaian

KriteriaDianggap positif bila
Usia50 tahun atau lebih
Denyut jantung100 per menit atau lebih
Saturasi oksigen perifer (Peripheral Oxygen Saturation, SpO2) pada udara ruanganKurang dari 95%
HemoptisisAda
Penggunaan estrogen (kontrasepsi oral atau terapi hormon)Ada
Riwayat deep vein thrombosis (DVT) atau emboli paru sebelumnyaAda
Bengkak pada satu tungkaiAda
Operasi atau trauma yang memerlukan rawat inap dalam 4 minggu terakhirAda

Keterangan

  • PERC (Pulmonary Embolism Rule-out Criteria): delapan kriteria klinis untuk menyingkirkan emboli paru pada pasien dengan probabilitas pretest rendah. Aturan ini terpenuhi hanya bila kedelapan kriteria negatif.
  • PE (Pulmonary Embolism): emboli paru, yaitu sumbatan arteri paru oleh bekuan darah.
  • DVT (Deep Vein Thrombosis): trombosis vena dalam, yaitu bekuan darah di vena dalam, biasanya di tungkai.
  • Probabilitas pretest (Pretest probability): perkiraan kemungkinan emboli paru sebelum pemeriksaan penunjang, menurut gestalt klinis. Nilainya berkisar dari 0% sampai 100%, dan PERC hanya dipakai bila nilainya kurang dari 15%.
  • Usia (Age): dalam satuan tahun. Kriteria ini positif bila 50 tahun atau lebih.
  • Denyut jantung (Heart rate): dalam satuan kali per menit. Kriteria ini positif bila 100 per menit atau lebih.
  • SpO2 (Peripheral Oxygen Saturation): saturasi oksigen darah yang diukur dengan oksimeter nadi pada udara ruangan, dalam satuan persen (%). Nilainya berkisar dari 0 sampai 100, dan kriteria ini positif bila kurang dari 95%.
  • D-dimer: hasil pemeriksaan darah yang mencerminkan pemecahan bekuan fibrin. Pemeriksaan ini dilakukan bila PERC tidak terpenuhi.

Cara membaca skor

  • Semua kriteria PERC negatif pada pasien dengan probabilitas pretest rendah, sehingga emboli paru dapat disingkirkan secara wajar tanpa D-dimer atau pencitraan lanjutan.
  • PERC tidak terpenuhi karena satu kriteria atau lebih positif, atau karena probabilitas pretest tidak rendah. Lanjutkan evaluasi, misalnya dengan D-dimer.

Contoh perhitungan

Sebagai contoh, seorang perempuan berusia 28 tahun dengan nyeri dada pleuritik dan probabilitas pretest rendah memakai pil kontrasepsi oral, dengan denyut jantung 88 per menit dan saturasi oksigen 98% pada udara ruangan. Satu kriteria positif, yaitu penggunaan estrogen, jadi PE belum dapat disingkirkan dengan PERC dan perlu pemeriksaan lanjutan, misalnya D-dimer.

Sumber

Kline JA, Mitchell AM, Kabrhel C, Richman PB, Courtney DM. “Clinical criteria to prevent unnecessary diagnostic testing in emergency department patients with suspected pulmonary embolism.” J Thromb Haemost. 2004;2(8):1247-1255. DOI 10.1111/j.1538-7836.2004.00790.x, PMID 15304025. Kline JA, Courtney DM, Kabrhel C, dkk. “Prospective multicenter evaluation of the pulmonary embolism rule-out criteria.” J Thromb Haemost. 2008;6(5):772-780. DOI 10.1111/j.1538-7836.2008.02944.x, PMID 18318689.