HAS-BLED Score
HAS-BLED Score menilai risiko perdarahan mayor dalam satu tahun pada pasien Atrial Fibrillation (AF, fibrilasi atrium) dari sembilan faktor klinis. Tiap faktor bernilai 1 poin, sehingga skor total berkisar dari 0 sampai 9, dan skor 3 atau lebih umumnya dianggap risiko tinggi.
Kriteria penilaian
| Faktor | Poin |
|---|---|
| Hipertensi (tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg) | 1 |
| Fungsi ginjal abnormal (dialisis, transplantasi, atau kreatinin lebih dari 2,26 mg/dL) | 1 |
| Fungsi hati abnormal (sirosis, atau bilirubin lebih dari 2 kali batas atas normal disertai AST, ALT, atau ALP lebih dari 3 kali) | 1 |
| Riwayat stroke | 1 |
| Riwayat perdarahan atau predisposisi perdarahan, misalnya anemia | 1 |
| INR labil (waktu dalam rentang terapeutik kurang dari 60%) | 1 |
| Usia lebih dari 65 tahun | 1 |
| Obat antiplatelet atau OAINS | 1 |
| Alkohol 8 unit atau lebih per minggu | 1 |
| Skor total | 0 sampai 9 |
Keterangan
- HAS-BLED: akronim dari faktor risiko perdarahan mayor pada pasien AF yang mendapat antikoagulan. Skor totalnya berkisar dari 0 sampai 9.
- H (Hypertension): hipertensi dengan tekanan darah sistolik di atas 160 mmHg. Menambah 1 poin.
- A (Abnormal renal or liver function): fungsi ginjal abnormal dan fungsi hati abnormal dinilai terpisah. Masing-masing menambah 1 poin.
- S (Stroke): riwayat stroke. Menambah 1 poin.
- B (Bleeding history or predisposition): riwayat perdarahan atau kecenderungan berdarah, misalnya anemia. Menambah 1 poin.
- L (Labile INR): INR yang tidak stabil atau tinggi, dengan waktu dalam rentang terapeutik kurang dari 60%. Menambah 1 poin.
- E (Elderly): usia lebih dari 65 tahun. Menambah 1 poin.
- D (Drugs or alcohol): obat antiplatelet atau NSAID, dan alkohol 8 unit atau lebih per minggu. Masing-masing menambah 1 poin.
- INR (International Normalized Ratio): ukuran pembekuan darah yang dipakai untuk memantau warfarin.
- NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug): obat antiinflamasi nonsteroid, yang di Indonesia disebut OAINS.
- AST (Aspartate Aminotransferase), ALT (Alanine Aminotransferase), dan ALP (Alkaline Phosphatase): enzim hati yang dipakai menilai fungsi hati. Ambangnya lebih dari 3 kali batas atas normal.
- AF (Atrial Fibrillation): fibrilasi atrium, yang di Indonesia sering disingkat FA.
Cara membaca skor
- Skor 3 atau lebih berarti risiko perdarahan mayor tinggi, jadi pasien perlu diwaspadai dan dipantau lebih ketat selama antikoagulasi. Skor ini bukan kontraindikasi otomatis terhadap antikoagulasi. Timbang bersama risiko stroke pasien, misalnya dengan CHA2DS2-VASc. Batas 3 ini tidak ada di makalah asli dan berasal dari pedoman yang lebih baru.
- Skor kurang dari 3 berarti risiko perdarahan mayor lebih rendah menurut batas yang umum dipakai.
Contoh perhitungan
Sebagai contoh, pasien fibrilasi atrium berusia 72 tahun memakai warfarin dan aspirin, dengan tekanan darah sistolik 170 mmHg. Tiga faktor terpenuhi, yaitu hipertensi, usia lebih dari 65 tahun, dan obat antiplatelet, jadi skornya 3 dan risiko perdarahannya tinggi.
Sumber
Pisters R, Lane DA, Nieuwlaat R, de Vos CB, Crijns HJGM, Lip GYH. “A Novel User-Friendly Score (HAS-BLED) To Assess 1-Year Risk of Major Bleeding in Patients With Atrial Fibrillation: The Euro Heart Survey.” Chest. 2010;138(5):1093-1100. DOI 10.1378/chest.10-0134, PMID 20299623.