CHA2DS2-VASc Score
CHA2DS2-VASc Score memperkirakan risiko stroke dan tromboemboli pada pasien nonvalvular Atrial Fibrillation (AF, fibrilasi atrium nonvalvular) dari delapan kriteria, yaitu gagal jantung, hipertensi, usia, diabetes, stroke sebelumnya, penyakit vaskular, dan jenis kelamin. Skor total 0 sampai 9, dan sebagian besar pedoman menyarankan antikoagulasi pada skor 2 atau lebih untuk laki-laki dan 3 atau lebih untuk perempuan, sedangkan skor 0 untuk laki-laki dan 1 untuk perempuan tidak memerlukannya.
Kriteria penilaian
| Faktor risiko | Poin |
|---|---|
| Gagal jantung kongestif atau disfungsi ventrikel kiri | 1 |
| Hipertensi | 1 |
| Usia 75 tahun atau lebih | 2 |
| Diabetes melitus | 1 |
| Riwayat stroke, TIA, atau tromboemboli | 2 |
| Penyakit vaskular (riwayat infark miokard, penyakit arteri perifer, atau plak aorta) | 1 |
| Usia 65 sampai 74 tahun | 1 |
| Jenis kelamin perempuan | 1 |
| Skor total | 0 sampai 9 |
Keterangan
- CHA2DS2-VASc: akronim dari delapan faktor risiko stroke pada AF. Skor totalnya berkisar dari 0 sampai 9.
- C (Congestive heart failure or left ventricular dysfunction): gagal jantung kongestif atau disfungsi ventrikel kiri. Menambah 1 poin.
- H (Hypertension): hipertensi. Menambah 1 poin.
- A2 (Age 75 years or older): usia 75 tahun atau lebih. Menambah 2 poin.
- D (Diabetes mellitus): diabetes melitus. Menambah 1 poin.
- S2 (prior Stroke, TIA, or thromboembolism): riwayat stroke, TIA, atau tromboemboli. Menambah 2 poin.
- V (Vascular disease): penyakit vaskular, yaitu riwayat infark miokard, penyakit arteri perifer, atau plak aorta. Menambah 1 poin.
- A (Age 65 to 74 years): usia 65 sampai 74 tahun. Menambah 1 poin.
- Sc (Sex category): jenis kelamin perempuan menambah 1 poin.
- TIA (Transient Ischemic Attack): serangan iskemik sementara, yaitu gejala stroke yang pulih sepenuhnya dalam waktu singkat.
- AF (Atrial Fibrillation): fibrilasi atrium, yang di Indonesia sering disingkat FA. Skor ini hanya berlaku untuk AF nonvalvular.
Sebagian besar pedoman menyatakan bahwa antikoagulasi tidak diperlukan pada skor 0 untuk laki-laki dan skor 1 untuk perempuan. Antikoagulasi dapat dipertimbangkan pada skor 1 untuk laki-laki dan skor 2 untuk perempuan, sesuai preferensi pasien dan faktor risiko individualnya. Antikoagulasi sebaiknya dimulai pada skor 2 atau lebih untuk laki-laki dan skor 3 atau lebih untuk perempuan. Skor ini hanya berlaku untuk fibrilasi atrium nonvalvular. Poin skor berasal dari Lip 2010, sedangkan ambang antikoagulasi ini berasal dari pedoman yang lebih baru dan tidak ada di makalah tersebut. Periksa pedoman terbaru sebelum menerapkan suatu ambang.
Contoh perhitungan
Sebagai contoh, seorang perempuan berusia 72 tahun dengan AF nonvalvular memiliki hipertensi dan diabetes melitus. Ia mendapat 1 poin untuk usia 65 sampai 74 tahun, 1 untuk jenis kelamin perempuan, 1 untuk hipertensi, dan 1 untuk diabetes, sehingga skornya 4. Skor 3 atau lebih pada perempuan berarti antikoagulasi sebaiknya dimulai menurut pedoman yang lebih baru, bila tidak ada kontraindikasi.
Sumber
Lip GYH, Nieuwlaat R, Pisters R, Lane DA, Crijns HJGM. “Refining Clinical Risk Stratification for Predicting Stroke and Thromboembolism in Atrial Fibrillation Using a Novel Risk Factor-Based Approach: The Euro Heart Survey on Atrial Fibrillation.” Chest. 2010;137(2):263-272. DOI 10.1378/chest.09-1584, PMID 19762550. Sumber terbuka untuk penelusuran: MDCalc, "CHA2DS2-VASc Score for Atrial Fibrillation Stroke Risk", https://www.mdcalc.com/calc/801/cha2ds2-vasc-score-atrial-fibrillation-stroke-risk; pembanding: Wikipedia, "CHA2DS2-VASc score", https://en.wikipedia.org/wiki/CHA2DS2%E2%80%93VASc_score.