Modified Rankin Scale (mRS)
Modified Rankin Scale (mRS) menilai derajat disabilitas dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari pada pasien setelah stroke. Skala ini berjalan dari derajat 0 (tanpa gejala) sampai 6 (meninggal), dan pada uji klinis stroke derajat 0 sampai 2 paling sering dianggap luaran baik (mandiri) serta 3 sampai 6 luaran buruk (tidak mandiri).
Kriteria penilaian
| Derajat | Deskripsi |
|---|---|
| 0 | Tidak ada gejala sama sekali |
| 1 | Tidak ada disabilitas bermakna walau ada gejala, dan mampu melakukan semua tugas dan aktivitas biasa |
| 2 | Disabilitas ringan, tidak mampu melakukan semua aktivitas sebelumnya tetapi mampu mengurus keperluannya tanpa bantuan |
| 3 | Disabilitas sedang, memerlukan sedikit bantuan tetapi mampu berjalan tanpa bantuan |
| 4 | Disabilitas cukup berat, tidak mampu berjalan tanpa bantuan dan tidak mampu mengurus kebutuhan tubuhnya tanpa bantuan |
| 5 | Disabilitas berat, terbaring di tempat tidur, mengalami inkontinensia, dan memerlukan perawatan serta perhatian terus-menerus |
| 6 | Meninggal |
Keterangan
- mRS (Modified Rankin Scale): skala untuk menilai derajat disabilitas dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari setelah stroke. Nilainya berkisar dari 0 sampai 6.
- Derajat 0 sampai 5: tingkat disabilitas yang makin berat, dari tanpa gejala sampai terbaring di tempat tidur dan memerlukan perawatan terus-menerus.
- Derajat 6: pasien meninggal.
- Luaran baik (favorable outcome): derajat 0 sampai 2, yaitu pasien mandiri. Luaran buruk (unfavorable outcome): derajat 3 sampai 6, yaitu pasien tidak mandiri. Sebagian uji klinis memakai pemisahan 0 sampai 1 dibandingkan 2 sampai 6.
Cara membaca skor
- Derajat 0 sampai 2 adalah batas luaran baik atau mandiri yang paling sering dikutip pada uji klinis stroke. Sebagian uji klinis memakai batas yang lebih ketat, yaitu 0 sampai 1 dibandingkan 2 sampai 6. Pastikan konvensi mana yang berlaku sebelum kamu memakai hasil ini untuk kelayakan uji klinis atau pelaporan luaran.
- Derajat 3 sampai 6 adalah batas luaran buruk atau tidak mandiri yang paling sering dikutip pada uji klinis stroke. Sebagian uji klinis memakai batas yang lebih ketat, yaitu 0 sampai 1 dibandingkan 2 sampai 6. Pastikan konvensi mana yang berlaku sebelum kamu memakai hasil ini untuk kelayakan uji klinis atau pelaporan luaran.
Derajat 0 sampai 5 mengikuti naskah Modified Rankin Scale van Swieten dkk. tahun 1988. Naskah itu tidak memuat derajat 6 (Meninggal). Derajat 6 dan pemisahan luaran 0 sampai 2 dibandingkan 3 sampai 6 tercantum pada tinjauan Broderick dkk. tahun 2017 yang dikutip di bagian sumber.
Contoh perhitungan
Sebagai contoh, pasien stroke memerlukan sedikit bantuan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi masih mampu berjalan tanpa bantuan. Derajat mRS-nya 3, sehingga luarannya tergolong buruk (tidak mandiri) pada pemisahan 0 sampai 2 dibandingkan 3 sampai 6.
Sumber
Rankin J. “Cerebral vascular accidents in patients over the age of 60. II. Prognosis.” Scott Med J. 1957;2(5):200-215 (skala asli; PMID 13432835). Versi termodifikasi: van Swieten JC, Koudstaal PJ, Visser MC, Schouten HJ, van Gijn J. “Interobserver agreement for the assessment of handicap in stroke patients.” Stroke. 1988;19(5):604-607. PMID 3363593, DOI 10.1161/01.STR.19.5.604. Naskah ini menjabarkan derajat 0 sampai 5 dan tidak memuat derajat 6 (Meninggal) maupun formulir wawancara terstruktur. Derajat 6 dan pemisahan luaran 0 sampai 2 dibandingkan 3 sampai 6 tercantum pada tinjauan Broderick JP, Adeoye O, Elm J. “The Evolution of the Modified Rankin Scale and Its Use in Future Stroke Trials.” Stroke. 2017;48(7):2007-2012. DOI 10.1161/STROKEAHA.117.017866, PMID 28626052, PMCID PMC5552200.